DAERAH JAKARTA
SEJARAH IBU KOTA JAKARTA
Jakarta adalah ibu kota dan kota terbesar Indonesia. Terletak di estuari Sungai Ciliwung, di bagian barat laut Jawa, daerah ini telah lama menopang pemukiman manusia. Bukti bersejarah dari Jakarta berasal dari abad ke-4 M, saat ia merupakan sebuah permukiman dan pelabuhan Hindu. Kota ini telah diklaim secara berurutan oleh kerajaan beJakarta telah dikenal dengan beberapa nama. Ia disebut Sunda Kelapa selama periode Kerajaan Sunda dan Jayakarta, Djajakarta, atau Jacatra selama periode singkat Kesultanan Banten. Setelah itu, Jakarta berkembang dalam tiga tahap. "Kota Tua Jakarta", yang dekat dengan laut di utara, berkembang antara 1619 dan 1799 pada era VOC. "Kota baru" di selatan berkembang antara 1809 dan 1942 setelah pemerintah Belanda mengambil alih penguasaan Batavia dari VOC yang gagal yang sewanya telah berakhir pada 1799. Yang ketiga adalah perkembangan Jakarta modern sejak proklamasi kemerdekaan pada 1945. Di bawah pemerintahan Belanda, ia dikenal sebagai Batavia (1619–1949), dan Djakarta (dalam bahasa Belanda) atau Jakarta, selama pendudukan Jepang dan masa modern.
AGAMA DI JAKRTA
Penduduk DKI Jakarta penganut agama Kristen paling banyak tersebar di Jakarta Barat yaitu 268.502 jiwa
Pada tahun 2020, terdapat enam agama yang diakui oleh Indonesia yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. DKI Jakarta sendiri terdapat 11.196.633 penduduk yang 84% penduduknya menganut agama Islam. Kendati demikian, persebaran penduduk berdasakan agama yang dianut cukup merata di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Meskipun mayoritas penduduk DKI Jakarta beragama Islam, penganut agama Kristen menjadi yang terbanyak kedua sebesar 8,6% atau sebanyak 960.162 jiwa. Jumlah penduduk penganut agama Kristen tersebar paling banyak di Jakarta Barat dengan jumlah 268.502 jiwa. Tidak hanya agama Kristen, Jakarta Barat juga menjadi wilayah dengan persebaran agama Buddha, Katolik, dan Konghucu terbanyak dengan 203.889 jiwa penganut agama Buddha, 149.516 jiwa penganut agama Katolik, dan 825 jiwa penganut agama Konghucu.
Persebaran penganut agama di DKI Jakarta menyebabkan terjadinya pluralisme budaya yang dapat terlihat seperti halnya Masjid Istiqlal yang berdiri berhadapan dengan Gereja Katedral di Jakarta Pusat. Dengan data persebaran penduduk di DKI Jakarta yang sangat banyak dan majemuk, mari saling berkomunikasi dengan bahasa yang dapat dipahami oleh semua makhluk, yaitu kebaikan dan akhirnya dapat saling mengucap syukur kepada Tuhan Semesta Alam dengan cara yang sesuai bagi masing-masing pemeluk agama.
SUKU YANG ADA DI JAKARTA
MAKANAN KHAS JAKARTA
1. GADO-GADO
Gado-gado adalah makanan khas Jakarta berisi sayur-sayuran yang direbus, irisan telur dan tahu, serta ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Sayur-sayuran ditambahkan dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah yang telah dihaluskan yang kemudian diaduk merata.
2. SOTO BETAWI
3. KERAK TELUR
Kerak telur adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam atau bebek, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir. Kerak telor dapat ditemukan pada hari biasa. Anda bisa menemukan kerak telor di sekitar Kota Tua, Jakarta Barat. Menurut sejarah, Kerak Telor sudah ada dari zaman kolonial Belanda, kerak telor diciptakan oleh masyarakat Betawi secara tak sengaja Pada tahun 1970-an.
MINUMAN KHAS JAKRTA
1. ES SELENDANG MAYANG
Es selendang mayang adalah salah satu minuman tradisional Indonesia asal Jakarta. Minuman ini sekarang jarang ditemukan karena dikalangan masyarakat Betawi sendiri minuman ini dianggap minuman kuno. Di acara-acara tertentu seperti Lebaran Betawi, minuman ini disajikan dan sering disertai dengan label "minuman Betawi jadul".Selain menyegarkan, minuman ini dapat mengurangi rasa lapar karena dibuat dengan bahan dasar tepung beras. Beberapa penjual di kota tua membuat minuman ini dengan bahan dasar tepung hunkwe dengan alasan lebih mudah dan efisien.
2. BIR PLETOK










Komentar
Posting Komentar